Home / SEKILAS MILITER / TMMD DIGELAR SERENTAK

TMMD DIGELAR SERENTAK

Dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa, kita wujudkan percepatan desa membangun Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Demikian tema yang diusung pada pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 96 TA. 2016.

Kegiatan TMMD sudah menjadi program prioritas pemerintah yang melibatkan TNI, Polri dan instansi terkait lainnya, mengingat kegiatan TMMD selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dan membutuhkan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat guna memelihara kemitraan, kemandirian serta menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan taraf hidup masyarakat.

Program TMMD telah membantu tugas pemerintah daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan didaerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Melalui program TMMD secara berkesinambungan, diharapkan akan dapat mewujudkan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan pertahanan negara.

Pada pelaksaanaan kegiatan TMMD ada dua sasaran utama, yaitu fisik dan non fisik. Untuk sasaran fisik diarahkan kepada pembangunan infra struktur , sarana dan prasarana yang langsung menyentuh kepada kepentingan masyarakat. Pemilihan sasaran ini tentunya akan menunjang pada kegiatan ekonomi, pertanian dan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat didaerah sasaran, dengan tujuan agar dapat memperbaiki taraf hidup ekonomi masyarakat. Sedangkan pada sasaran kegiatan non fisik, diarahkan pada kegiatan yang dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat, guna meningkatkan kualitas hidup dalam membangun daerahnya sendiri menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri. Apabila sasaran ini tercapai maka akan mendorong terwujudnya keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat.

Sementara program lintas sektoral secara terpadu TMMD dirancang dengan melibatkan TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat. Keterpaduan berbagai komponen tersebut akan mampu menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat didaerah, karena kegiatan TMMD dilaksanakan dengan mekanisme perencanaan secara “Bottom Up Planning”. Peranan dan kerjasama yang sinergis antara stakeholder, baik kemeterian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta serta partisipasi aktif masyarakat, merupakan penentu keberhasilan pelaksanaan TMMD tersebut.

Sebelum dilaksanakan kegiatan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  digelar terlebih dahulu rapat koordinasi teknis tentang pelaksanaan kegiataan TMMD. Rapat yang melibatkan instansi TNI, Polri, pemerintah daerah, lembaga pemerintah non kementerian, swasta dan para tokoh masyarakat untuk membicarakan tentang anggaran dan pelaksanaan teknis dilapangan mulai dari tahap perencanaan, pengerjaan maupun laporan hasil pelaksaanaan dari program TMMD fisik dan non fisik dan TMMD imbangan. Sehingga pelaksanaan TMMD yang akan dilaksanakan sesuai dan menyentuh pada sasaran yaitu kesejahteraan masyarakat, dan dapat mengakselerasikan pembangunan didaerah, khususnya didaerah perkotaan yang terdapat kantong-kantong atau daerah miskin serta daerah perkotaan yang masih kumuh, agar dapat ditangani secara bersama.

Kehadiran TNI tidak semata-mata membangun desa, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat dan TNI sendiri dalam meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial, serta mampu mengembangkan komunikasi sosial yang persuasif kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian diharapkan dapat memotivasi tekad dan semangat masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri, serta tumbuh kesadaran untuk memberdayakan potensi daerahnya agar perekonomian didaerah bertambah lancar. Bagi TNI sendiri diharapkan lebih mengenal karakteristik wilayah dengan segenap problematikanya sebagai modal dasar pelaksanaan komunikasi sosial TNI.

            TMMD yang digelar oleh Kodam Jaya pada tahun ini  dilaksanakan secara serentak dengan 61 kabupaten/kota, 62 kecamatan dan 86 desa di seluruh wilayah Indonesia selama 30 hari mulai tanggal 3 Mei 2016 sampai dengan 1 Juni 2016. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi dari Koramil dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) setempat lalu dilaporkan ke level yang lebih tinggi sampai dengan Kabupaten dan Kota. Untuk Kodam Jaya wilayah pelaksanaannya meliputi  Kabupaten Tangerang wilayah Kodim 0506/Tgr dan Kota Bekasi wilayah Kodim 0507/Bks, serta TMMD imbangan meliputi Kota Depok wilayah Kodim 0508/Dpk.

Kegiatan TMMD dilaksanakan secara fisik berupa pembangunan dan  pengerasan jalan, pembenahan sarana ibadah dan renovasi rumah bagi penduduk setempat. Dan untuk kegiatan non fisik berupa sosialisasi atau pemberian penyuluhan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparat desa, aparat kecamatan, pelajar dan mahasiswa dan ketua RT/RW berupa kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara dan cinta tanah air, permasalahan sosial dimasyarakat seperti kerukunan dan toleransi, pengetahuan kesehatan, pengetahuan hukum, bahaya terorisme, bahaya narkoba, kenakalan remaja dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu, hasutan maupun provokasi dari pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Kegiatan fisik dan non fisik ini melibatkan seluruh unsur-unsur TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat yang ada di wilayah Tangerang, Bekasi dan depok. Keberhasilan TMMD sangat ditentukan oleh kerjasama dari semua instansi terkait dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.

“KODAM JAYA/JAYAKARTA TETAP JAYA SELALU”

About admin media center

Check Also

Dirgahayu Korps Arhanud TNI AD “Vyati Rakca Bhala Cakti”

Related

%d bloggers like this: