Home / ALUTSISTA / Super Drone TNI AD: Andalkan Tangki Bahan Bakar Cadangan dan Kendali via BTS

Super Drone TNI AD: Andalkan Tangki Bahan Bakar Cadangan dan Kendali via BTS

3565_2672_28-Juni-ok--JKT1--BoksPesaw

Meski belum resmi dipinang, masing-masing matra di TNI punya andalan drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), ada yang sudah operasional seperrti Wulung oleh Skadron Udara 51, tapi ada yang masih prototipe, seperti serial LSU (LAPAN Surveillance UAV) dan OS Waifanusa yang ‘dekat’ dengan litbang TNI AL. Lantas, bagaimana dengan TNI AD? Matra darat tentu telah merilis beberapa tipe drone, termasuk flapping wing (robot burung) dan quadcopter yang dipersenjatai. Lain dari itu, TNI AD tak ingin ketinggalan dengan merilis prototipe Super Drone, yakni jenis UAV pesawat udara propeller.

Baca juga: TOPX4-B132 – Prototipe Quadcopter UAV dari Dislitbang TNI AD

Baca juga: Robot Burung Flapping Wing Untuk Misi Pengintaian Tersamar

Sosok Super Drone resmi diperkenalkan oleh mantan KSAD Jenderal Budiman di Jakarta pada 7 April 2014. Seperti halnya pada pengembangan Robot Terbang Flapping Wing (RTFW), Litbang TNI AD juga menggandeng Universitas Surya dalam proyek Super Drone ini. Dari sisi sistem kendali dan navigasi, Super Drone setali tiga uang dengan Wulung, LSU-02 dan LSU-05. Hanya saja, ada kabar bahwa nantinya navigasi dan kendali Super Drone ditambahkan dengan dukungan teknologi Open Base Transceiver System (BTS) yang penggunaannya dapat untuk memantau perbatasan. Selain itu, segera akan digunakan combine open BTS UAV untuk pengamanan perbatasan. Terkait implementasi peran BTS operator seluler dalam gelar operasi drone, dapat Anda lihat pada judul artikel di bawah ini.

Baca juga: Tantangan Dibalik Sistem Kendali dan Komunikasi Data UAV

t3z99LWGeM246776_kepala-staf-tni-ad-jenderal-budiman_663_382EBNsH2q0VJ

Prototipe SuperDrone yang di cat warna hijau tua mempunyai bentang sayap selebar 6 meter dan panjang bodi 4 meter. Material drone dipilih dari bahan serat karbon. Keunikan Super Drone dibanding rekan-rekannya sesame drone besutan dalam negeri adalah adanya tangki bahan bakar cadangan yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri sayap utama. Total Super Drone dapat membawa muatan 20 liter bahan bakar. Alhasil Super Drone dijagokan dapat terbang dengan endurance antara 6 – 9 jam, atau satu jam lebih unggul dibanding LAPAN LSU-05.

Baca juga: LAPAN LSU-05 – UAV dengan Kemampuan Terbang 8 Jam dan Jarak Jangkau 800 Km!

Baca juga: LSU-02 LAPAN – UAV Pertama yang Take Off dari Kapal Perang TNI AL

Namun untuk urusan jarak jelajah, prototipe Super Drone masih terbatas di 100 Km. Boleh jadi terbatasnya jangkauan terbang karena sistem transmisi radio ke GCS (Ground Control Station) yang belum sepadan dengan Wulung UAV. Dari sisi payload, Super Drone dengan bobot total 120 kg dapat membawa muatan 45 kg yang bisa diisi kelengkapan sensor dan kamera, seperti kamera thermal. Menjadikan Super Drone dapat mengudara setiap saat, termasuk di malam hari.

Super Drone telah diuji coba terbang di wilayah Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. Mungkin karena dipandang sebagai cikal bakal alutsista TNI AD yang bernilai strategis, informasi tentang spesifikasi Super Drone ini memang belum dirilis lengkap ke publik. Diantara peran penting yang dijagokan untuk Super Drone adalah peran penindakan, dua tanki bahan bakar pada sayap bisa saja kedepan diganti dengan bom. Sehingga dapat membantu misi BTU (Bantuan Tembakan Udara) bagi pasukan infanteri.

Baca juga: Aerostar TUAV – Drone Intai Andalan Skadron Udara 51 TNI AU

Baca juga: OS-Wifanusa – Prototipe Drone Pesawat Amfibi Untuk Misi Intai Maritim

UAV Smart Eagle II

UAV Smart Eagle II

Bila diperhatikan sekilas, Super Drone TNI AD mirip dengan UAV Smart Eagle II besutan PT. Aviator Teknologi Indonesia. Kemiripan nampak pada desain sayap belakang. Smart Eagle II (SE II) dibuat guna kepentingan intelijen negara. Drone ini menggunakan mesin 2 tak 150 cc, SE II mampu terbang hingga 6 Jam. Dilengkapi dengan colour TV Camera, Smart Eagle II mampu beroperasi di malam hari dengan menggunakan Therman Imaging (TIS) kamera untuk penginderaannya.

About admin media center

Check Also

Bell 429 GlobalRanger: Helikopter Terbaru Direktorat Kepolisian Udara

Agak sedikit membuat kejutan, Direktorat Kepolisian Udara (Polisi Udara) RI dikabarkan bakal menerima dua unit …

%d bloggers like this: