Home / Sejarah

Sejarah

LINTASAN SEJARAH YONKAV 7 SERSUS

Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus adalah satuan kavaleri yang berdiri di bawah naungan Kodam Jaya/Jayakarta yang memiliki lambang satuan kepala “MAWAS“ dengan sesanti “Pragosa Satya” yang mana mengandung arti “Kesetiaan Yang Tinggi”, bergambar diatas dasar warna kuning dan merah berbentuk segitiga yang melambangkan “ Tri Daya  Sakti ” yaitu daya gerak, daya tembak dan daya kejut yang merupakan Sesanti Kavaleri TNI-AD.

Yonkav 7/Sersus pertama kali berdiri pada tanggal 23 Juli 1962 jam 10.00 WIB dengan nama “ BATALYON KAVALERI 7 PANSER/CADUAD “  dan dipimpin oleh Komandan Batalyon pertama yang bernama Mayor Kav G.A Manulang. Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor Skep/1044/IX/1963, Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus secara resmi menjadi organik Kodam V/Jaya, dan secara bertahap mengadakan perpindahan dari Padalarang ke Jakarta.

Dalam perkembangan Batalyon Kavaleri 7 Panser khusus dari awal hingga sekarang ini, telah terjadi beberapa kali perubahan struktur organisasi maupun perubahan materiil, dan juga satuan Yonkav 7/Sersus telah melaksanakan beberapa penugasan di dalam dan di luar negeri. Selain itu pula telah meraih beberapa prestasi yang mengharumkan nama satuan. Semua itu merupakan rekaman sejarah yang sudah sepantasnya untuk kita kenang dan diketahui oleh generasi muda penerus bangsa untuk menimbulkan rasa kebanggaan dan semangat jiwa korsa.

Untuk melestarikan sejarah satuan yang disusun secara kronologis  melalui pendekatan deskriptif dan analisis terhadap dokumen – dokumen satuan dalam rentang waktu antara tahun 1962 hingga tahun 2015 dan sumber sumber lain, maka perlu dibuat Lintasan Sejarah Singkat Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus.

Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus adalah satuan dibawah Kodam Jaya, Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Panglima Angkatan Darat Nomor Skep/911/VII/1962 tanggal 9 Juli 1962. Pada tanggal  23 Juli 1962 tepatnya pada Jam 10.00 bertempat dilapangan Tegal Lega Bandung diresmikanlah Satuan Kavaleri dengan nama “ BATALYON KAVALERI 7 PANSER/CADUAD “ oleh Menteri Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Ahmad Yani dan Mayor Kav G.A Manulang sebagai salah satu  putra terbaik Kavaleri diberikan kepercayaan sebagai Komandan Satuan yang pertama, dimana penyerahan tongkat kepemimpinan diserahkan langsung oleh Menpangad Mayjen TNI Ahmad Yani. Bermodalkan 50 unit panser buatan Inggris macam Ferret Scout Car, Saladin dan Saracen,

Batalyon Kavaleri 7 Panser/Caduad ini baru menumpang bermarkas di Rinkavnis (Resimen Induk Kavaleri Mekanis) di Purabaya, Padalarang, Bandung. Sebenarnya batalyon ini merupakan hasil peleburan Batalyon Kridha Yudha Turangga I dan Batalyon Kridha Yudha Turangga II. Proses peleburan ini baru dapat dilaksanakan setelah selesainya Operasi Pagar Betis untuk menumpas Pemberontakan DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat. Berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor Skep/1044/ IX / 1963 Yonkav 7 Panser/Caduad secara resmi menjadi batalyon organik Kodam V/Jaya. Awal perpindahan dari Padalarang ke DKI Jakarta, empat unit kompi dari Yonkav 7/Sersus bermarkas terpisah-pisah.

Kompi 1 bermarkas di Palmerah, Kompi 2 di Bendengan Utara, Kompi 3 di Kramat, Kompi 4 di Tanah Abang dan Theresia (belakang Sarinah) dan Kompi Markas di lapangan Merdeka Barat. Kemudian markas Kompi Markas dipindahkan ke Theresia karena lokasinya dibangun Monumen Nasional (Monas) oleh pemerintah saat itu. Di tahun 1972, seluruh Kompi Yonkav 7/Sersus dipindahkan ke Cijantung, DKI Jakarta hingga sekarang

Pada tahun 1976, Yonkav 7/Sersus mendapat kendaraan baru dari Pussenkav dengan jenis V-150 buatan Cadilac Amerika Serikat, yang terdiri atas 4 varian kendaraan, yaitu Komando, Kanon, Intai dan kendaraan angkut personel, dan pada tahun 1977 berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/24/VIII/1977 tanggal 13 Agustus 1977 tentang Tabel Organisasi dan Peralatan Yonkav Sersus maka Yonkav 7/Sersus  mengadakan perubahan TOP yang disesuaikan dengan Jenis Alutsista yang baru. Pada tahun 1986, Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Nomor Kep/57/V/1986 tanggal 15 Mei 1986. Tentang Tabel   Organisasi dan Peralatan Batalyon Kavaleri Panser Khusus ( Yonkav Sersus) maka di berlakukanlah Tabel Organisasi dan Peralatan (TOP) Yonkav Sersus baru dengan kekuatan personel sebanyak 543 orang yang merupakan realisasi dari penataan organisasi dalam rangka pembangunan Kekuatan TNI-AD sebagai berikut :

– Pada tahun 1997 Yonkav 7/Sersus mendapatkan perkuatan Alutsista berupa panser VAB-NG dari Pussenkav Kodiklat TNI AD buatan Pabrikan Renault Perancis sebanyak 18 unit guna melengkapi TOP Yonkav 7/Sersus.

– Berdasarkan Keputusan Kasad nomor : Kep / 8 / V / 2000 Yonkav 7/Sersus di Validasi menjadi Yonkavser, dengan Tabel Organisasi dan Peralatan Yonkav 7/Panser sebagai berikut :

– Pada tahun 2007, berdasarkan Perintah lisan Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta. Mayjen TNI Liliek A.S Soemaryo. Yonkav 7/Panser dirubah kembali menjadi Yonkav 7 Panser Khusus hingga sekarang.

TUGAS NASIONAL

1. Pada tahun 1963 melaksanakan pengamanan pesta olah raga Ganefo di Jakarta.

2. Pada tanggal 6 Juni 1964 Kompi Paser 72 dan 73 tergabung dalam operasi Kilat, melaksanakan operasi ke Sulawesi Selatan untuk menumpas gerombolan Kahar Muzakar sampai dengan tahun 1968.

3. Pada bulan Oktober 1965 mengadakan operasi pengamanan Ibu Kota Republik Indonesia dari pemberontakan G 30 S/PKI.

4. Pada tahun 1968 s.d. 1969 5 orang anggota Yonkav 7 dipimpin oleh Pelda Basri. Z melaksanakan tugas ke Irian Barat.

5. Melaksanakan pengamanan Pemilu dan Sidang Umum MPR mulai :

– Tahun 1971 s.d. 1973.

– Tahun 1977 s.d. 1978 yang tergabung dalam satgas 378.

– Tahun 1978 s.d. 1988.

– Tahun 1992 s.d. 1993.

– Tahun 1997.

– Tahun 1999.

– Tahun 2004.

6. Pada tanggal 15 Januari 1974 melaksanakan pengamanan peristiwa Malari di Jakarta.

7. Berdasarkan Surat Perintah Pangdam V/Jaya melaksanakan operasi Sabet dalam rangka pengamanan Ibu Kota.

8. Pada tahun 1979 ikut andil dalam rangka pengamanan SEA GAMES di Jakarta.

9. Melaksanakan tugas ke daerah operasi Timor Timur dengan kekuatan 1 (satu) Kompi Komposit yaitu :

– Pada tahun 1985 dibawah pimpinan Kapten Kav Marciano Norman dan Kapten Kav M. Anhar.

– Pada tahun 1986 dibawah pimpinan Lettu Kav AKT. Mayun.

– Pada tahun 1988 dibawah pimpinan Lettu Kav Sudono.

10. Pada tanggal 20 Maret 1991 ikut serta melaksanakan tugas pengamanan Obvit di wilayah Ibu Kota Jakarta.

11. Pada tahun 1992 melaksanakan operasi Imbang Pam KTT Non Blok ke-10 di Jakarta di bawah pimpinan Letkol Kav E. Soepriyadi.

12. Pada tahun 1994 melaksanakan pengamanan sidang APEC di Jakarta dibawah pimpinan Letkol Kav Bahir Alamsyah.

13. Pada tahun 1996 melaksanakan pengamanan IAS dan KTM dibawah pimpinan Letkol Kav Burhanudin Siagian.

14. Pada tanggal 26 Mei 1996 s.d. 9 Juni 1996 1 Ton Panser komposit melaksanakan pengamanan di Banjarmasin Kalsel dibawah pimpinan Lettu Kav Purwito. HW.

15. Pada tanggal 27 Juli 1996 melaksanakan pengamanan kerusuhan PDI di Jakarta dibawah pimpinan Letkol Kav Burhanudin Siagian.

16. Pada tanggal 28 September 1997 melaksanakan pengamanan SEA GAMES XIX di Jakarta dipimpin oleh Letkol Kav Burhanudin Siagian.

17. Pada tanggal 26 Pebruari 1998 melaksanakan pengamanan Sidang Umum MPR di Jakarta dipimpin oleh Mayor Kav Agus Suharto.

18. Pada tanggal 12 Mei 1998 melaksanakan pengamanan kerusuhan Ibu Kota Jakarta dipimpin oleh Mayor Kav Agus Suharto.

19. Melaksanakan tugas operasi kedaerah rawan Aceh dengan kekuatan 1 Kompi Panser dan 2 Ru VVIP yaitu :

– Pada tahun 2002 dibawah pimpinan Kapten Kav Nurharmanto.

– Pada tahun 2003 dibawah pimpinan Kapten Kav Rio Hendrawan AP

– Pada tahun 2004 dibawah pimpinan Lettu  Kav Sumadi.

20. Pada tanggal 21 s.d. 26 April 2005, melaksanakan tugas pengamanan KTT AA dan HUT KAA ke 50 dibawah pimpinan Letkol Kav Hilman Hadi, S. IP

21. Pada tanggal 06 s.d. 12 April 2006, melaksanakan tugas pengamanan sidang komisi ke-62 UNESCAP Satgas Pamwil dibawah pimpinan Letkol Kav Hilman Hadi, S. IP

22. Pada tanggal 19 Nopember 2006 s.d. 20 November 2007, melaksanakan Satgas Intel BKO Kodam XVI /Patimura diwilayah Maluku Utara atas nama Sertu Agus Siswoyo.

23. Pada tanggal 05 s.d. 09 Mei 2011, melaksanakan tugas pengamanan KTT ASEAN ke-18 tahun 2011 dibawah pimpinan Letkol Kav Ferry Firmansyah.

24. Pada tanggal 11 s.d. 22 November 2011, melaksanakan tugas pengamanan pengamanan Sea Games XXVI tahun 2011 dibawah pimpinan Letkol Kav Ferry Firmansyah.

TUGAS INTERNASIONAL

1. Pada tanggal 10 Januari 1963 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus melaksanakan tugas misi internasional ke Kongo yang tergabung dalam Kontingen Garuda III dibawah pimpinan Mayor Kav GA. Manulang.

2. Pada tahun 1973 melaksanakan tugas misi internasional ke Vietnam (ICCS) yang tergabung dalam Kontingen Garuda IV A.n. Sertu Kiswan.

3. Pada tahun 1974 melaksanakan tugas misi internasional ke Vietnam (ICCS) yang tergabung dalam kontingen Garuda V A.n. Serma Agus Romani.

4. Pada tanggal 24 Mei 1993 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XII melaksanakan operasi di Kamboja dibawah pimpinan Kapten Kav Okta Hendarji.

5. Pada tanggal 15 Nopember 2006 s.d. 28 Desember 2007 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII A/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Kapten Kav Valian Wicaksono Magdi.

6. Pada tanggal 28 Desember 2007 s.d. 28 Desember 2008 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII B/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Kapten Kav Asep Noer Rockhmat.

7. Pada tanggal 28 Desember 2008 s.d. 28 Desember 2009 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII C/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Kapten Kav Mappiluru dan ikut serta dalam pasukan Satgas Coy TNI Konga XXVI – A/UNIFIL dibawah pimpinan Serka Fredi.

8. Pada tanggal 28 Desember 2009 s.d. 28 Desember 2010 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII D/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Kapten Kav Ricky Arinuryadi dan ikut serta dalam pasukan Satgas FP Coy TNI Konga XXVI-B/UNIFIL dibawah pimpinan Sertu Soegri.

9. Pada tanggal 28 Desember 2010 s.d. 10 Desember 2011 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII E/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Sersan Kepala Giyarto dan ikut serta dalam Satgas FPC TNI Konga XXVI-C3/UNIFIL dibawah pimpinan Serka Edi Susanto.

10. Pada tanggal 10 Desember 2011 s.d. 22 November 2012 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan kontingen Garuda XXIII F/UNIFIL melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon dibawah pimpinan Kapten Kav I Nyoman Arthawan dan ikut serta dalam pasukan Satgas FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL dibawah pimpinan Sertu I Made Ariana.

11. Pada tanggal 22 November 2012 s.d 20 Desember 2013 Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus ikut serta dalam pasukan Satgas SHQSU TNI Konga XXVI-E1/UNIFIL atas nama Praka Yunanto Nugroho, FPC KONGA XXVI-E2/UNIFIL atas nama Peltu Azis Pasa dan Praka Hamudin, dan batalyon Mekanis TNI KONGA XXIII-G/UNIFIL Standby Force atas nama Praka Sri Nardi dan 2 orang lainnya melaksanakan tugas penjaga perdamaian di Libanon.

12. Pada tanggal 20 Desember 2013 s.d 30 November 2014 Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus ikut serta dalam pasukan batalyon Mekanis TNI KONGA XXIII-H/UNIFIL atas nama Praka Miftahul Fitri.

13. Pada tanggal 30 November 2014 s.d. sekarang Batalyon kavaleri 7 Panser Khusus ikut serta dalam pasukan Satgas Force Protection Company (FPC) TNI Konga XXVI-G2/Unifil atas nama Praka Kamrisudin dan ikut serta dalam pasukan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-I/Unifil atas nama Sertu Eko TR, Praka Rahmat Adi K, Praka Latif Permana, Praka Heru Sudarmanto, Praka Muhamad Nasir, Praka Sumadi dan Pratu Yoyok Agus W.

 KERUGIAN PERSONEL

 1. pada saat tugas internasional ke Congo yang tergabung dalam kontingen Garuda III telah gugur yaitu :

– Mayor Kav GA Manulang.

– Prada Nainggolan.

2. Pada saat tugas operasi di Timor-Timur telah gugur 3 (tiga) orang prajurit Yonkav 7/Sersus yaitu :

– Pratu Basnakir.

– Pratu Joko Santoso.

– Prada Sudarto.

DANYONKAV 7 SERSUS DARI MASA KE MASA

1. Danyonkav 7 yang pertama Mayor Kav GA. Manulang (Alm) dari tanggal 25 Juli 1962 d. 25 April 1963.

2. Danyonkav 7 yang ke-2. Letkol Kav Nana Sukarna (Alm) dari tanggal 16 Oktober 1963 s.d. 5 September 1966.

3. Danyonkav 7 yang ke-3. Letkol Kav Brotolaksono (Alm) dari tanggal 5 September 1966 s.d. 22 September 1971.

4. Danyonkav 7 yang ke-4. Letkol Kav A. Bernadi dari tanggal 29 September 1971 s.d. 11 Maret 1973.

5. Danyonkav 7 yang ke-5. Letkol Kav Sucipto (Alm) dari tanggal 11 Maret 1973 s.d. 16 Mei 1974.

6.Danyonkav 7 yang ke-6. Letkol Kav B. Sarjono dari tanggal 16 Mei 1974 s.d. 31 Agustus 1976.

7. Danyonkav 7 yang ke-7. Letkol Kav Susilo dari tanggal 31 Agustus 1976 s.d. 31 Juli 1978.

8. Danyonkav 7 yang ke-8. Letkol Kav Hutomo dari tanggal 10 Desember 1978 s.d. 10 April 1980.

9. Danyonkav 7 yang ke-9. Letkol Kav HR. Garnadi dari tanggal 10 April 1980 s.d. 10 Desember 1982.

10. Danyonkav 7 yang ke-10. Letkol Kav Johni P. Mandas dari tanggal 10 Desember 1982 s.d. 9 Juni 1985.

11. Danyonkav 7 yang ke-11. Letkol Kav S. Windratmo dari tanggal 9 Juli 1985 s.d. 26 November 1987.

12. Danyonkav 7 yang ke-12. Letkol Kav M. Sidabutar dari tanggal 25 Juli 1987 s.d. 26 November 1988.

13. Danyonkav 7 yang ke-13. Letkol Kav FX. Leksmono dari tanggal 26 November 1988 s.d. 10 Juni 1991.

14. Danyonkav 7 yang ke-14. Letkol Kav E. Soepriyadi, SE dari tanggal 10 Juni 1991 s.d. 5 Agustus 1993.

15. Danyonkav 7 yang ke-15. Letkol Kav Bahir Alamsyah dari tanggal 05 Agustus 1993 s.d. 23 Nopember 1994.

16. Danyonkav 7 yang ke-16. Letkol Kav Marciano Norman dari tanggal 23 Nopember 1994 s.d. 01 September 1995.

17. Danyonkav 7 yang ke-17. Letkol Kav Burhanudin Siagian dari tanggal 01 September 1995 s.d. 01 Juni 1997.

18. Danyonkav 7 yang ke-18 Letkol Kav Agus Suharto dari tanggal 01 Juni 1997 s.d. 01 Juni 1999.

19. Danyonkav 7 yang ke-19. Letkol Kav M. Thamrin. MZ dari tanggal 01 Juni 1999 s.d. 30 Maret 2000.

20. Danyonkav 7 yang ke-20. Letkol Kav Okta Hendarji dari tanggal 30 Maret 2000 s.d. 29 Januari 2002.

21. Danyonkav 7 yang ke-2 Letkol Kav Wawan Ruswandi, S. IP dari tanggal 29 Januari 2002 s.d. 01 Juni 2003.

22. Danyonkav 7 yang ke-22. Letkol Kav Prantara Santosa, S. Sos dari tanggal 01 Juni 2003 s.d. 12 Januari 2005.

23. Danyonkav 7 yang ke-23. Letkol Kav Hilman Hadi, S. IP dari tanggal 12 Januari 2005 s.d. 28 Juli 2006.

24. Danyonkav 7 yang ke-24. Letkol Kav Steve Parengkuan dari tanggal 28 Juli 2006 s.d. 21 Oktober 2008.

25. Danyonkav 7 yang ke-25 Letkol Kav Ketut Adi Suasta Putra, SE dari tanggal 21 Oktober 2008 19 Nopember 2009.

26. Danyonkav 7 yang ke-26 Letkol Kav Agustinus Purboyo, S.IP dari tanggal 19 Nopember 2009 s.d. 07 Januari 2011.

27. Danyonkav 7 yang ke-27 Letkol Kav Ferry Firmansyah dari tanggal 07 Januari 2011 s.d. 31 Januari 2012.

28. Danyonkav 7 yang ke-28 Letkol Kav Joko Setiawan Sejati dari tanggal 31 Januari 2012 s.d. 06 Februari 2013.

29. Danyonkav 7 yang ke-29 Letkol Kav Taswin Djamaluddin dari tanggal 06 Februari 2012 s.d 28 November 2013.

30. Danyonkav 7 yang ke-30 Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P dari tanggal 28 November 2013 s.d. 28 Nopember 2014.

31. Danyonkav 7 yang ke-31 Letkol Kav Guruh Prabowo Wirajati, M. Eng dari tanggal 28 Nopember 2015 s.d. 13 Februari 2016.

32. Danyonkav 7 yang ke-32 Letkol Kav Ariestoteles Hengkengnusa Lawitang dari tanggal  13 Februari 2016 s.d. 12 September 2017.

33. danyonkav 7 yang ke-33 Letnan Kolonel Kav Ari Setyawan Wibowo dari tanggal 12 September 2017 s.d. Sekarang.

DATA PRAJURIT  YANG BERPRESTASI

Dibawah ini adalah data anggota anggota yang pernah berprestasi dan mengharumkan nama satuan :

1. Sertu Eko Tri Rejoko NRP 21050288940385, Ba Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Juara 2 klas 5,2 Boxer Piala Gubernur DKI Jakarta Tahun 2009

2. Serda Hariantono Simbolon NRP 21080744240987 Ba Yonkav 7/Sersus Dam Jaya juara 3 klas- 67 Karate piala Dandim Tahun 2009

3. Praka Didi Setiawan NRP 31000110591280 Ta Yonkav 7/Sersus Dam Jaya juara 1 klas- 70 Karate piala Perbekud Tahun 2009

4. Pratu Anton Prasetyo NRP 31060242390784 Ta Yonkav 7/Sersus Dam Jaya juara 3 klas- 60 Karate piala Perbekud Tahun 2009

5. Sertu I Made Ariana NRP 21060286460685 Ba Yonkav 7/Sersus Dam Jaya tergabung dalam Tontangkas kodam Jaya Tahun 2010

6. Serda Robi Sugara NRP 21100258360891 Ba Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Juara I lari Urbanathlon TA 2014

7. Praka Tri Hartono NRP 31020636200981 Ta Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Juara 3 Boxer DKI Jakarta Tahun 2011

8. Praka Hidayatun NRP 31060770051086 Ta Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Atletik (400 M) PORAD Kodam Jaya Tahun 2011 sampai sekarang

9. Pratu Heriyanto NRP 31080244680687 Ta Yonkav 7/Sersus Dam Jaya Atletik (4 X100 M) PORAD Kodam Jaya Tahun 2011 sampai sekarang

PANSER V-150 ANDALAN YONKAV 7/SERSUS

Biarpun TNI AD terus mendatangkan beragam jenis panser baru untuk mencapai kekuatan esensial minimum, panser beroda ban V-150 yang menjadi tulang punggung Batalyon Kavaleri 7 Sersus (Panser Khusus) masih belum terdengar akan diganti.

Panser yang kenyang akan asam garam pertempuran ini sudah mencicipi perang di Timor-timur, Aceh, dan Papua. Seluruh trouble spot di dalam negeri sudah mendapat ‘sentuhan’ garangnya panser yang sering disebut ‘mobil setan’ oleh awaknya ini.

V-150 sendiri merupakan hasil pengembangan dan kawin silang dari panser V-100 dan V-200 buatan perusahaan Cadillac Gage.

V-100 dibeli oleh Polisi Militer AD AS untuk kendaraan pengaman konvoi di Vietnam. Sedangkan V-200 adalah model ekspor yang ditawarkan sebagai produk militer komersial.

V-150 menjadi model tengah yang memanfaatkan desain V-100 dengan mesin dan transmisi yang lebih bertenaga.

Desain lambungnya sudah mengadopsi V-hull yang antiranjau membuatnya tahan dari ledakan ranjau yang sudah dibuktikan tidak hanya sekali-dua kali oleh prajurit Kavaleri TNI AD.

Uniknya, kisah pembelian V-150 sendiri justru berasal dari inisiatif Kolonel (Polisi) Jusuf Chuseinsaputra saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1970-an.

Saat itu ia sedang mencari panser pengganti M8 Greyhound milik Brimob. Dalam kunjungannya ia meminta dicarikan informasi terkait panser V150 buatan Cadillac Gage. Informasi tersebut kemudian dibawa kembali ke Indonesia.

Panglima ABRI saat itu, Jenderal M. Panggabean, tertarik pada V-150 karena harganya yang terjangkau. TNI AD saat itu juga mempertimbangkan panser roda rantai M113 yang berjaya di Vietnam, tetapi harganya waktu itu terlalu mahal.

Pemerintah Indonesia pun melakukan pendekatan intensif ke AS agar diijinkan untuk dapat membeli V-150. Presiden Soeharto pun melakukan pendekatan khusus kepada Menlu AS Henry Kissinger. Jenderal M. Panggabean juga terus bernegosiasi dengan Dubes AS untuk Indonesia David Newsom.

Hasilnya, AS setuju untuk mendanai melalui program pembiayaan FMS (Foreign Military Sales) di tahun anggaran 1974 yang berbunga lunak.

Cadillac Gage kemudian menunjuk PT. Sunda Karya sebagai agen di Indonesia untuk mengurus administrasi dan menjadi penghubung dengan TNI AD.

Biaya yang dibutuhkan untuk membeli V-150 seluruhnya bernilai USD 7,9 juta. Pemerintah AS setuju jumlah total V-150 yang dibeli oleh TNI AD adalah 58 unit.

Jumlah ini cukup untuk menjadi modal membentuk satu Batalyon, dalam hal ini Yonkav 7 Sersus yang berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.

Dari total 58 unit, 46 unit di antaranya adalah varian dengan kubah sederhana yang bersenjatakan dua pucuk senapan mesin M60. Sementara 12 unit sisanya tampil dengan kubah yang mengusung kanon 90mm L28 Mecar gun yang merupakan kanon dengan alur (rifled).

Kanon 90 mm ini merupakan kanon bertekanan rendah. Performanya mirip dengan kanon Cockerill MkIII yang kemudian mempersenjatai tank ringan Scorpion 90.

Uniknya, pemerintah AS bertindak selaku end user yang mewakili pemerintah Indonesia dalam proses sertifikasi kubah dan kanon Mecar yang dibeli dari Belgia.

Dari total 58 unit itu, empat unit dialokasikan untuk satuan Paspampres sebagai kendaraan escape Presiden Soeharto dan keluarga dalam kondisi darurat.

Pemindahan ke istana ini dilakukan secara diam-diam. Pasalnya, AS secara eksplisit tidak setuju apabila V-150 digunakan menjaga istana. Mereka khawatir panser itu akan digunakan untuk menembaki massa apabila terjadi demonstrasi terhadap pemerintah.

V-150 mulai dikapalkan dari AS ke Indonesia pada tahun 1975. Penampilan perdana V-150 di depan publik terjadi dalam parade hari ABRI 5 Oktober 1976.

Saat itu V-150 bergabung dengan sejumlah alutsista lain yang juga baru diperkenalkan ke publik, seperti OV-10 Bronco, Fokker F-27 Troopship, dan CASA-212.

Tak lama setelahhnya, V-150 pun dikapalkan ke Timor-timur untuk melaksanakan misi tempur menumpas Fretilin. Palagan Timor-Timur inilah yang menjadi pembuka lembaran awal sejarah panjang kiprah V-150 di Indonesia.