Home / TANK / RCWS Pada Tank AMX-13 APC Milik TNI AD

RCWS Pada Tank AMX-13 APC Milik TNI AD

HobbyMiliter.com – RCWS Pada Tank AMX-13 APC Milik TNI AD. Walaupun TNI AD mempunyai beberapa kendaraan tempur APC yang lebih canggih, tapi layaknya tank Stormer, soal keselamatan penembak SMB Browning M2HB 12,7 mm mesih belum optimal, hanya menggunakan perisai baja sekadarnya. Bahkan yang lebih berbahaya lagi perlindungan pada penembak SMB tank APC AMX-13 (AMX-VCI) produksi Perancis. Walau umurnya tergolong tua, tapi tank kelas ringan AMX-13 (tipe APC dan tipe kanon) masih sering dioperasikan sampai saat ini. Kabarnya TNI AD memiliki varian AMX-13 VCI (Véhicule de Combat d’Infanterie) sebanyak 200 unit, tank ini dipersenjatai dengan satu pucuk SMB 12,7 mm.

Dalam rangka mengembangkan tank ini, Litbang Pussenkav TNI AD mengupgrade sistem persenjataan pada tank AMX-13 VCI. Jika awalnya penembak harus menunjukkan kepalanya ketika membidikkan senjata ke sasaran, maka sekarang tidak perlu lagi, keselamatan penembak akan lebih ditingkatkan, terlebih lagi target dapat dibidik dengan akurat walau dalam kegelapan sekalipun.

Hal ini karena penggunaan RCWS (Remote Control Weapon System). RCWS akan mempermudah penembak untuk memonitor sasaran melalui monitor 1024×268 pixels. Dengan dikendalikan melalui joystick, secara bersamaan laras kanon bisa digerakkan untuk membidik target. Jika sasaran pada layar telah terkunci, maka tinggal menekan firing button untuk melepaskan tembakan pada target berjarak 1.800 – 2.000 meter. Tembakan single maupun full otomatis pun bisa dilakukan.

RCWS memiliki beberapa komponen, memiliki optronic sensor di bawah larasnya, yang terdiri dari LRF (laser range finder) serta kamera. Optronic sensor ini adalah komponen vital, sehingga perlu ditempatkan pada box yang berbahan logam anti peluru. Optronic sensor ini mampu zooming thermal mencapai 36x pembesaran, mampu mengenali sasaran personel dari jarak 1.500 meter, serta sasaran kendaraan yang bergerak berjarak 2.500 meter

Sebagai komponen vital yang memiliki beragam sensor, Optronic didesain tahan getaran atau goncangan, tahan kelembaban pada suhu -40 hingga 50 derajat Celcius, tahan pasir dan debu, tahan air serta hujan, dan dapat menembus ketebalan kabut dan asap. Kubahnya (copula) bisa digerakan menggunakan rotor yang mampu berputar hingga 360 derajat, sudut elevasi larasnya -20 hingga 50 derajat, dengan azimuth rate < 1 rad – 1 rad tiap detik.

Pada kenyataannya, SMB 12,7 mm telah terlindungi oleh plat baja, namun pada uji coba model yang ditunjukkan masih memakai kotak amunisi, 1 kotak berisi 250 peluru, dan jika pelurunya habis maka penggantian dan pemasangan amunisi dilakukan dengan manual.

Kelemahannya adalah pada komponen Optronic memang telah menggunakan pelindung berbahan lapisan anti peluru. Tapi masalahnya ada pada lensa kamera. Kaca lensa kamera tidak terbuat dari bahan anti peluru. Karena agar didapat pencitraan yang bagus, maka adanya lensa yang tebal bisa mengganggu hasil tampilan pada layar. Sehingga setiap RCWS pada kendaraan tempur apapun memiliki titik lemah pada lensa kameranya. Sniper mungkin lebih mengincar lensa kamera daripada juru tembaknya.

About admin website

Check Also

Ukraina Tampilkan Skif ATGM, Rudal Anti Tank Jarak Jauh

Ukraina Tampilkan Skif ATGM, Rudal Anti Tank Jarak Jauh. Telah beredar berita tumbangnya MBT (Main …