Home / ALUTSISTA / MLAAD-SR: Radar Taktis Mobile Andalan Kohanudnas

MLAAD-SR: Radar Taktis Mobile Andalan Kohanudnas

P_20160416_102029

Sosok truk berwarna loreng biru, putih dan hitam ini pertama kali tampil pada defile HUT TNI Ke-69 di Dermaga Ujung, Surabaya tahun 2014. Dengan bertuliskan Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) pada samping bodinya, orang langsung bisa menerka rantis ini pasti terkait dengan radar, karena terlihat antena radar lipat yang menyembul di bagian atas bodi. Namun, nyatanya masih banyak orang yang asing dengan alutsista baru milik Kohanudnas ini.

Baca juga: MSSR 2000-I – Radar Intai Kohanudnas dari Airbus Defence and Space

MLAAD-SR dalam defile HUT TNI Ke-69.

MLAAD-SR dalam defile HUT TNI Ke-69.

Setelah ditelaah lebih jauh, rantis berpenggerak 4×4 ini adalah MLAAD-SR (Mobile Low Altitude Air Defence-Surveillance Radar). Atau bisa diartikan wahana ini adalah pengusung perangkat radar intai pertahanan udara untuk obyek di ketinggian rendah. Dan mengintip ke jenis kendaraan angkutnya, dari logonya tampak jelas merek Shaanxi dari Cina, meski kami belum mengetahui tipe/seri truk Shaanxi tersebut.

Basis radar MLAAD-SR yang digunakan besar kemungkinan mengacu pada Type 120. Radar ini dapat mendeteksi pergerakan pesawat/helikopter/rudal pada ketinggian rendah dengan jangkauan 50 sampai 100 Km. Digerakkan dengan tenaga hidrolik, radar dengan kemampuan 3D (dimensi) ini juga dilengkapi fitur IFF (Identification Friend or Foe). Dalam menunjang mobilitasnya, MLAAD-SR dapat dimasukkan ke dalam cargo pesawat sekelas C-130 Hercules.

P_20160416_102055P_20160416_102342

Dalam operasionalnya, MLAAD-SR berada dibawah Satuan Komunikasi Elektronik (Satkomlek) TNI AU. Dilhat dari warna cat, kamuflasenya serupa dengan perangkat C-MOV (Central-Monitoring and Observation Vehicle), alat komunikasi dan pengendalian, penjunjang perang elektronika, serta memonitoring keadaan dan situasi udara di wilayah Indonesia. C-MOV pun juga menjadi arsenal Satkomlek TNI AU. Lebih detail tentang C-MOV dapat dilihat pada tautan diabawah ini.

Baca juga: C-MOV – Kepanjangan Mata Kohanudnas

C-MOV.

C-MOV.

Dengan beragam jenis alutsista rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) SHORAD (Short Range Air Defence), baik yang dimiliki Arhanud TNI AD dan Paskhas TNI AU, sebenarnya perangkat radar bergerak (mobile) dengan kemampuan surveillance/air defence pada low medium altitude sudah tersedia dimasing-masing kesatuan. Pasalnya dalam gelar operasi rudal, dipastikan terintegrasi dengan ground surveillance radar. Jenisnya tersedia mulai dari 3D Multi Beam Search Radar untuk rudal Grom, Giraffe 40 untuk rudal RBS-70, Mistral Coordination Post untuk rudal Mistral, Smart Hunteruntuk rudal QW-3, dan CONTROLMaster 200 untuk rudal Starstreak.

Baca juga: Arhanud di Indonesia, Masih Berkutat di Zona SHORAD (Short Range Air Defence)

P_20160416_102244P_20160416_102314

Baca juga: Pantsir S-1 – Sistem Pertahanan Udara Hybrid Favorit Netizen Indonesia

Belum diketahui jelas apa yang menjadi keunggulan MLAAD-SR besutan Cina ini? Namun dilihat dari tampilan, boleh jadi MLAAD-SR Kohanudnas punya keunggulan pada desain yang kompak, sehingga bisa di deploy dalam waktu singkat. Konon MLAAD-SR baru ada satu unit di Indonesia, hal tersebut pernah terekam dalam Exit Briefing KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada awal Januari 2015 silam. Pengadaan satu unit MLAAD-SR bersamaan dengan order dua unit radar Weibel untuk kebutuhan Kohanudnas.

About admin media center

Check Also

Bell 429 GlobalRanger: Helikopter Terbaru Direktorat Kepolisian Udara

Agak sedikit membuat kejutan, Direktorat Kepolisian Udara (Polisi Udara) RI dikabarkan bakal menerima dua unit …

%d bloggers like this: