Home / SEKILAS MILITER / Kodam Jaya Sigap Hadapi Bahaya Bencana Banjir !

Kodam Jaya Sigap Hadapi Bahaya Bencana Banjir !

Sesuai Undang Undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, disebutkan tugas pokok TNI selain operasi militer perang (OMP), juga melaksanakan tugas operasi militer selain perang (OMSP), yang salah satu wujudnya adalah membantu tugas pemerintah di daerah untuk menanggulangi akibat bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan lain-lain. Kodam Jaya/Jayakarta yang mempunyai wilayah teritorial meliputi wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang, terdapat sungai-sungai yang cukup besar dan panjang, membelah wilayah Jakarta dari wilayah Bogor melintasi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Jakarta hingga pinggir laut.  Sekurangnya ada 13 sungai yang mengalir di Jakarta, salah satu sungai yang selalu mendapat sorotan masyarakat ibukota adalah sungai Ciliwung, panjang aliran utama sungainya hampir 120 km dengan daerah tangkapan air (daerah aliran sungai) seluas 387 km persegi dan  bagian hilir dulu dapat dilayari oleh perahu kecil pengangkut barang dagangan.

Sungai Ciliwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena air mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan permukiman-permukiman kumuh. Sungai Ciliwung juga dianggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Jakarta. Selain karena daerah tangkapan airnya di bagian hulu di wilayah Puncak dan Bogor yang rusak, badan sungai di wilayah Jakarta juga banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan, mengakibatkan daya tampung air sungai menyusut, dan mudah menimbulkan banjir. Sampah, serta limbah dari berbagai tempat dibuang di sungai Ciliwung. Masalah bertambah besar ketika sampah-sampah yang ada menyumbat aliran air, mengakibatkan sungai berbau, kotor, dan yang menjadi momok warga Jakarta yaitu terjadinya banjir.

Terkait dengan bencana banjir yang seringkali dialami warga di daerah sekitar bantaran sungai Ciliwung, ada beberapa faktor pemicunya antara lain human error seperti jebolnya tanggul, oceanografis seperti pasang laut, dan gelombang tinggi. Sementara itu dari data Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang tinggi dan kenaikan suhu pada musim dingin juga dapat mengakibatkan banjir. Seperti halnya pada banjir di Jakarta beberapa tahun yang lalu disebabkan oleh faktor oceanografis dan banjir yang disebabkan oleh curah hujan dominan di daerah Hulu DAS ( Daerah Aliran Sungai).

Di awal tahun 2016, potensi terjadinya cuaca ekstrim di sebagian besar wilayah Indonesia, mengakibatkan hujan lebat mengguyur Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua bagian selatan termasuk Jakarta dan sekitarnya. Menurut keterangan Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Hary Tirto Djatmiko, prediksi hujan lebat masih akan mengguyur Jakarta dan sekitarnya hingga akhir Februari dilihat dari perkembangan kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya indikasi potensi kejadian hujan lebat dan intensitas hujan cenderung meningkat.

Jajaran Kodam Jaya/Jayakarta telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal ini telah ditunjukan dengan kegiatan di wilayah masing-masing. Kodam Jaya melibatkan jajaran Komando kewilayahan meliputi Korem, Kodim termasuk satuan tempur jajaran Brigif 1 PIK/JS dan Resimen Arhanud 1 Faletehan telah menggelar kesiapan personel dan perlengkapan dalam apel kesiap-siagaan bahaya banjir pada Jumat (12/2). Selama ini Kodam Jaya juga proaktif menggugah kesadaran masyarakat tentang penanganan sungai Ciliwung agar tetap terjaga kebersihannya dari tumpukan sampah dengan menempatkan Perwira Pengawas di sepanjang bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanali Barat (BKB). Di tiap-tiap wilayah juga di bangun posko-posko penanggulangan banjir dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Berbagai wilayah, persebaran kekuatan prajurit dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan banjir selalu disiap-siagakan setiap saat bergerak. Di wilayah Jakarta Pusat, Kodim 0501/JP BS menggelar apel kesiapan antisipasi banjir, diikuti oleh anggota Kodim 0501/JP BS dan oleh anggota Damkar Jakarta Pusat. Berbagai alat perlengkapan seperti LCR (perahu karet), dapur lapangan, rompi pelampung, ban pelampung dan tenda telah disiapkan. Di wilayah Jakarta Pusat terdapat beberapa titik rawan banjir yang perlu diwaspadai seperti daerah Tanah Abang, Kemayoran, Senen, Johar Baru dan Cempaka Putih,  sehingga penanganan banjir pihak Kodim juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Pemkot Administrasi Jakarta Pusat dan Damkar Jakarta Pusat yang memiliki perlengkapan lebih memadai. Diantaranya alat kelengkapan yang digunakan Truk, LCR, lampu, dapur lapangan, pelampung, dayung, kompor, vellbed, kursi lapangan, tenda serbaguna, tenda regu, tenda pleton, meja lapangan, kompor lapangan.

 Di wilayah Jakarta Barat, Kodim 0503/JB apel kesiapsiagaan penangulangan bencana banjir dengan melibatkan 160 orang personel, terdiri dari personel Kodim 0503/JB sebanyak 100 orang, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakbar 10 orang, Satpol PP Kota Madya Jakbar  20, Wanra 20 orang dan Para Medis Kesdim Jakbar sebanyak 10 orang. Tujuan kegiatan gelar pasukan dan perlengkapan gabungan Kodim 0503/JB dan Pemda setempat ini untuk mengecek kesiap siagaan personel Kodim 0503/JB beserta jajarannya membantu masyarakat yang terkena bahaya banjir di wilayah Jakbar. Kodim 0503/JB juga telah menyiap siagakan perlengkapan antara lain tenda pleton sebanyak tujuh unit, tenda regu sebanyak lima unit, dapur lapangan dua unit, tenda lapangan sebagai Poskotis (Mobil) satu set, LCR (perahu karet) dua unit, kendaraan truk satu unit, dan Ambulan sebanyak satu unit.

Di Tangerang, Kodim 0506/Tgr menggelar apel kesiap siagaan dengan kegiatan latihan penanggulangan bencana banjir bersama masyarakat Tangerang. Latihan penanggulangan bencana banjir ini diawali pemberian teori kemudian dilanjutkan latihan tekhnis. Kasdim 0506/Tgr Mayor Inf Leon mewakili Dandim saat itu menyampaikan pesan agar para peserta latihan jangan main-main dalam latihan, karena tidak menutup kemungkinan akan menghadapi hal yang sebenarnya. Salah seorang masyarakat yang turut serta dalam latihan ini mengaku senang bergabung latihan dengan prajurit Kodim 0506/Tgr, karena berlatih dengan TNI memiliki semangat tinggi.

Di wilayah Depok tepatnya di Perumahan Bukit Cengkeh Depok saat terjadi terjadi banjir setinggi  1,5 meter pada Jumat (12/2), membuat tim gabungan bergerak cepat. Petugas dari Kodim 0508/Dpk, Polresta Depok, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satgas Banjir, hingga Brimob Kelapa Dua Depok membantu melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir, bahkan petugas gabungan menerjunkan dua perahu karet untuk mengevakuasi warga.

Gelaran sigap kekuatan dan alat perlengkapan tanggap bencana banjir satuan jajaran Kodam Jaya melibatkan sinergitas TNI, Polri, Pemprov daerah, komponen masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan penangganan bencana banjir dalam menekan tingkat kerugiaan materiil dan jiwa di masa yang akan datang. Pada prinsipnya prajurit Kodam Jaya selalu siap membantu segala kesulitan masyarakat termasuk upaya maksimal meminimalisir dampak yang diakibatkan bencana banjir musiman yang kerap menerpa sebagian besar wilayah ibukota.

penulis : Yuni Prasetiowati , Mayor Caj (K) NRP 11980038140673

About admin media center

Check Also

Dirgahayu Korps Arhanud TNI AD “Vyati Rakca Bhala Cakti”

Related

%d bloggers like this: