Home / SEKILAS MILITER / Jejak Prajurit di Pematang Bantu Ciptakan Swasembada Pangan

Jejak Prajurit di Pematang Bantu Ciptakan Swasembada Pangan

Pengelolaan dan upaya perwujudan swasembada pangan di Indonesia membutuhkan kecakapan tersendiri, agar dapat lebih bermanfaat dan memenuhi seluruh kebutuhan. Ketersediaannya, selalu tergantung dari kearifan lokal, baik dalam mengolah maupun penggunaannya. Untuk dapat menguasai secara maksimal serta mewujudkan hal ini semua, tidaklah mudah. Dibutuhkan akurasi konsep, strategi, pola dan waktu maupun kebijakan serta harus berjalan secara konkrit dan berimbang, guna dapat mengantisipasi besaran kendala dan tantangan sekaligus mencapai target yang telah ditetapkan. Terkait swasembada pangan, apabila terjadi instabilitas, dapat berdampak buruk dan mempengaruhi kedaulatan/keutuhan NKRI.

Untuk mencapainya, berbagai permasalahan pasti ditemukan, mulai dari gagal panen hingga jumlah pengadaan beras bersubsidi yang semakin meningkat, belum lagi ulah/perilaku para spekulan yang dengan sesuka hati memainkan harga. Situasi demikian, memerlukan adanya kesadaran dan penanganan serius. Sebagai Negara dengan populasi penduduk terbesar ketiga dunia, Pemerintah dituntut untuk dapat segera memastikan ataupun mampu menjamin ketersediaan berbagai macam kebutuhan pokok tersebut, tentunya dalam takaran yang cukup ataupun lebih. Salah satunya adalah stok padi/beras. Keberadaannya merupakan indikator penting bagi berlangsungnya roda kehidupan bangsa. Bagaimana tidak ?. Jika penduduk lapar atau Indonesia mengalami paceklik berkepanjangan maka segala kegaduhan akan dirasakan. Perlu diingatkan, hal ini jangan sampai atau tidak boleh dibiarkan terjadi, karena pasti berimbas kepada rasa nasionalisme ke 253 juta orang rakyat Indonesia, serta berpeluang besar untuk menggerogoti pertahanan NKRI. Dengan demikian, sekali lagi, Indonesia harus memiliki kemandirian dan sesegera mungkin mampu mewujudkan swasembada di bidang pangan. Apa yang telah diperbuat untuk merespon situasi tersebut ?. Langkah pertama adalah kepedulian dari segenap elemen masyarakat yang besar.

Aplikasi setiap kebijakan juga harus berjalan secara berkesinambungan, seimbang dan tepat waktu. Merasa tidak ingin kecolongan oleh karena persoalan pangan, TNI segera menangkap kebutuhan tersebut dan telah menindaklanjutinya dengan berbagai upaya ataupun langkah-langkah konkrit. Melalui kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang kemudian dipertegas dalam MoU No. 01/MoU/RC120/M/1/2015 pada tanggal 8 Januari 2015 lalu, Pemerintah sudah menghunjuk keterlibatan TNI dalam percepatan pencapaian swasembada dan ketahanan pangan. Seiring waktu berjalan, seluruh Komando Utama (Kotama) di tanah air bergerak cepat tanpa henti dalam menselaraskan upaya dan kebijakan tersebut. Seperti Kodam Jaya misalnya, telah mencatat ragam bukti dan hasil-hasil yang diharapkan dalam MoU tadi. Layak disyukuri, karena memang kemanunggalan seperti saat ini masih saja dapat terbina hingga kini, yang notabene tidak dimiliki oleh bangsa manapun.

Atas dasar kecintaan dan kepedulian membangun Negeri, kemanunggalan tersebut memang harus senantiasa dijadikan pijakan untuk melangkah dan berbuat serta perlahan diarahkan untuk menjadi kebutuhan karena mengandung makna dan tujuan, bahwa pencapaian swasembada pangan bukan lagi mutlak menjadi pekerjaan atau tanggungjawab Kementerian Pertanian atau TNI saja, namun sudah menjadi kewajiban segenap komponen bangsa di setiap strata dan lapisan agar mampu lebih meningkatkan intensitas perbuatan dan aksi, bukan lagi sekedar formalitas ataupun basa-basi.

Terkait keterlibatan dan jejak prajurit TNI hingga ke pematang, baik secara perorangan maupun institusi jangan diragukan lagi, sering tampak dan berbuah melalui ragam hasil. Bukan lagi sekedar pencitraaan institusi, namun sepertinya para prajurit TNI sudah lebih menitikberatkan pencapaian tujuan, meringankan tugas pokok Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah. Kodam Jaya, telah meresponnya dengan aneka aktualisasi serta berupaya maksimal mensinergikan segenap potensi yang dimiliki. Langkah-langkah inspiratif seperti operasi pasar, bazar/pasar murah, rapat koordinasi, latihan kerja serta memproduksi barang-barang ramah lingkungan hingga kunjungan ke pabrik penggilingan, acapkali menumbuhkan kesepakatan positif dan menghasilkan berbagai varietas, guna memenuhi stok pangan ataupun kebutuhan lainnya.

Korem 052/WKR bersama Kodim 0506/Tangerang dan Kodim 0508/Depok, juga telah mencatat berbagai panen berupa bahan makanan pokok/pendamping. Ada padi jenis Mengkolinggo, jagung Hibrida, cabai keriting dan sebagainya. Puluhan hingga ratusan petani yang dibina oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat, dihimbau agar menjual setiap panen ke pengumpul resmi, tentunya disesuaikan dengan harga yang lebih berkompetitif, bertujuan untuk memaksimalkan andil pabrik penggilingan/pedagang dalam memasok kebutuhan Bulog. Seperti para prajurit Koramil 16/Pasar Kemis Tangerang, meski musim penghujan tengah meresahkan seiring meningkatnya kerusakan lahan, namun panen 4,5 ton jagung berhasil dilakukan, atas pemanfaatan dan olahan 2 hektare lahan tidur milik TNI dengan sistem TOT (tanpa olah tanah) dipadukan dengan tehnik JARWO (jajar legowo).

Keseluruhan hasil panen dibagi rata kepada para petani setempat, selebihnya dijual untuk tambahan modal. Ya, setidaknya meringankan beban hidup yang memang sedang sulit. Semua hal ini dilakoni Kodam Jaya dan jajarannya, karena sangat menyadari, bahwa bila masih berjalan sendiri-sendiri mustahil dapat mencapai target yang diharapkan. Kodam Jaya percaya, dengan menyatukan segenap potensi dan jika hal tersebut dapat terlaksana di seluruh Kotama, niscaya suatu hari nanti, Indonesia pasti bisa kembali menggapai kejayaan di bidang pertanian.

Harapan dan impian ini juga disikapi Kodam Jaya dengan menggencarkan program-program serbuan teritorial terkait, seluruhnya pro kesulitan rakyat. Upaya khusus seperti pengadaan pupuk organik, pembersihan irigasi, mempermudah perizinan lahan semuanya berpedoman pada Bersama Rakyat TNI Kuat. Bersama Rakyat TNI Kuat, bukan lagi sebuah semboyan semata namun sudah merupakan ikhtiar dan tekad di sepanjang masa. Semoga jejak prajurit hingga ke pematang dapat membantu pencapaian swasembada pangan, demi keunggulan dan kejayaan negeri tercinta Indonesia. Terimakasih TNI.

About admin media center

Check Also

Dirgahayu Korps Arhanud TNI AD “Vyati Rakca Bhala Cakti”

Related

%d bloggers like this: