Home / SEKILAS MILITER / BERSIH-BERSIH ALA MILITER TERKAIT NARKOBA : KODAM JAYA TIDAK MEMBERI RUANG ABU-ABU TERHADAP OKNUM PRAJURIT !

BERSIH-BERSIH ALA MILITER TERKAIT NARKOBA : KODAM JAYA TIDAK MEMBERI RUANG ABU-ABU TERHADAP OKNUM PRAJURIT !

Filosofi eksistensia tentang prajurit di negara manapun pada hakikatnya sama, yaitu merupakan manusia-manusia yang mendapatkan kepercayaan rakyat dan negara, tidak saja harus memiliki kesamaptaan jasmani prima dan kemampuan serta kemahiran berperang, akan tetapi seorang prajurit juga ditopang oleh kriteria kualitas karakter dan ketangguhan mental ditinjau dari aspek keimanan dan ketaqwaan, nasionalisme serta militansinya. Sebagaimana bunyi slogan, ”Disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah kebanggaanku dan kehormatan adalah segala-galanya”, keberanian prajurit membelenggu rasa takut di pojok nyali dan pantang menyerah dalam menghadapi kondisi sesulit apapun, termasuk siap mati kapan saja demi menjalankan tugas. Kontrak sosial Prajurit TNI totalitas berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas mengabdi hanya untuk kepentingan, keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berikut isi didalamnya.

Jadi sangat disayangkan dan menjadi sebuah ironi, manakala masih ada oknum prajurit yang kurang memahami peran dan jati dirinya, dengan bertindak dan berperilaku di luar batas kepatutan, melanggar aturan serta berkolaborasi dengan sekelompok kecil orang dalam jaringan bisnis ilegal, demi memperkaya diri secara instan lewat jalan pintas bahkan akhirnya terbelenggu jerat narkoba hingga tidak bisa melepaskan diri. Langkah demikian, bisa dikatakan bahwa oknum prajurit bersangkutan telah menggadaikan baju kebesaran dan martabatnya dengan sangat murah, memilih jalan kehinaan dan kenistaan ketimbang kesatria sejati dengan lebel kemuliaan yang melekat.

Saat Apel Gelar Komando Operasi Pengamanan KTT Luar Biasa OKI 1 Maret lalu, Panglima TNI mengatakan akan mengambil tindakan keras dan tegas dengan memerintahkan semua Pangkotama untuk melakukan upaya kongkret bertajuk, “bersih-bersih internal TNI terkait narkoba sampai bulan Juni 2016, setelah bulan Juni ternyata terbukti masih tetap ada anggota yang terlibat narkoba, maka komandannya akan dipecat”. Senada dengan statement Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana W.K. juga memiliki tekad kuat untuk menindak siapapun oknum prajurit yang terlibat baik secara pribadi dan yang telah terbukti positif mengkonsumsi narkoba maupun sebagai pengedar atau bandar, sesuai hukum yang berlaku serta sanksi tambahan berupa pemecatan. Para Komandan Satuan Jajaran Kodam Jaya agar proaktif melaksanakan pengawasan melekat dan melacak dengan cermat setiap indikasi penyimpangan perilaku anggota di satuannya. Bagi anggota melanggar, “tinggalkan dan beri tanda”, jangan pernah ragu-ragu atau segan, terlebih berusaha menutup-nutupi karena setiap tahun terdapat ratusan bahkan ribuan generasi muda yang memiliki minat tinggi untuk masuk tentara sebagai pengganti. Ikuti dan kawal sampai tuntas penyelesaian oknum prajurit yang masih berani melakukan pelanggaran, sehingga menimbulkan efek jera bagi prajurit yang melanggar dan shock therapy bagi yang lain.

Kodam Jaya secara serius melaksanakan sterilisasi berupa peningkatan kegiatan pembinaan mental terpadu ke seluruh satuan jajaran, pengecekan urine mendadak secara acak atau terpilih maupun menyasar seluruh anggota tanpa terkecuali dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional dan Daerah, melibatkan institusi terkait dengan menggelar razia di tempat hiburan, melakukan penertiban-penertiban asrama atau rumah dinas dan lain-lain, untuk mencegah upaya sindikat menjadikan asrama sebagai basis bisnis narkoba, yang notabene sangat menggiurkan. Ketika sadar bahwa urusan berbau bisnis bersifat ilegal, maka kecenderungan mereka yang bermain akan bersandar pada aparat keamanan (TNI-Polri), untuk menjadikan sebagai beking dan asrama sebagai tempat berlindung semakin menguat, dilandasi asumsi bahwa penegak hukum tidak menaruh curiga serta dimungkinkan muncul keragu-raguan dalam bertindak. TNI tidak akan merehabilitasi prajurit yang positif menggunakan narkoba, tetapi langsung diambil tindakan berupa pemecatan.  Panglima TNI mengapresiasi kepada Prajurit Kowad yang bebas dari ancaman dan pengaruh bahaya narkoba beberapa waktu lalu, patut dijadikan teladan.  Pada intinya, setiap langkah konkret diambil oleh Kodam Jaya merupakan bagian dari kebulatan tekad untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, “tidak ada ruang abu-abu, yang ada hitam-putih perlakuan terhadap pelanggaran narkoba terhadap oknum prajurit,” demi menjaga jati diri dan martabat mulia Tentara Nasional Indonesia.

Di dalam pertempuran dan menghadapi situasi kritis, keberanian dan kesetiaan prajurit adalah mutlak tak terbantahkan. Keberanian merupakan sikap dan keyakinan atas kebenaran yang dijunjung tinggi, meski menghadapi tekanan seberat apapun dan buah keberanian adalah pantang berkhianat. Seorang prajurit berani, bukan berarti tidak memiliki ketakutan, bukan pula seorang yang dikalahkan oleh ketakutan, melainkan seorang yang mampu mengendalikan ketakutan dan bertindak selaras dengan rasa kewajiban serta mampu mengambil keputusan yang tepat dan rasional. Sementara itu, di masa damai eksistensi prajurit kapanpun dan dimanapun bertugas serta berada, akan terus mengasah diri, memperkuat karakter dan senantiasa memberikan nilai lebih, yang mendatangkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Cerminan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional melekat di sanubari prajurit dalam membangun dasar kesadaran atas perannya, tidak mungkin lagi mampu didedikasikan oleh individu prajurit manakala telah terbelenggu jerat narkoba.

 Penulis : Kasi Penulisan Strategis Pendam Jaya/Jayakarta, Aris Puji Santoso, S.Sos, Mayor Inf NRP 11020002370872

About admin media center

Check Also

Dirgahayu Korps Arhanud TNI AD “Vyati Rakca Bhala Cakti”

Related

%d bloggers like this: